Guyonan seorang Engineer

PUTRI KATAK

Sang engineer berjalan cepat melintasi tepi sungai, ketika terdengar

suara panggilan. Setelah diamati, ternyata suara itu berasal dari seekor

katak.

"Hai tunggu," kata si katak, "Aku sebenarnya putri yang cantik, tapi sedang

dikutuk. Tapi kalau kamu menciumku, aku bisa jadi putri lagi.

Ciumlah aku!"

Dengan hati-hati si engineer memungut si katak, lalu memasukkannya ke

saku jaketnya. Si katak berteriak, "Hai, ciumlah aku! Kalau aku sudah jadi

putri, aku mau jadi pacarmu semalam." Si engineer cuma tersenyum kecil. "Iya

deh, nggak semalam. Seminggu penuh deh!!!" teriak si katak. Si engineer

senyum lebar, mengeluarkan katak dari saku, mengelus-elusnya,

kemudian memasukkan kembali ke saku. Si katak berteriak putus asa, "Ya deh,

aku mau jadi pacar kamu seumur hidup. Tapi cium aku dong. Nanti aku jadi

putri yang cantik sekali, yang akan menemani kamu selamanya." Akhirnya si

engineer buka

suara juga. "Hey. Tahu nggak. Aku itu engineer. Aku nggak punya waktu buat

pacaran. Tapi punya katak yang bisa bicara, keren juga."

HUKUMAN PANCUNG

Di sini akan dijelaskan karakteristik khas engineer, yaitu memiliki

pengabdian yang mendalam dan membabi buta pada Profesinya. Zaman

pemberontakan. Seorang pendeta, ahli hukum, dan engineer ditangkap,

dan dijatuhi hukuman mati dengan guillotine. Tibalah saat pelaksanaan

hukuman mati. Setelah diundi, pendeta harus mati lebih dulu, disusul

ahli hukum, dan terakhir si engineer. pendeta meletakkan leher di balok

guillotine. Tuas dilepas. Tapi pisau bergeming. Si pendeta berdiri dan

mengatakan ia telah diselamatkan oleh Tuhan. Ia pun dibiarkan pergi. Giliran

si ahli hukum dipaksa meletakkan leher di balok. Tuas dilepas. Tapi pisau

maih terdiam saja. Si ahli hukum berdiri dan mengatakan bahwa seorang

tersangka hanya

boleh dihukum satu kali untuk sebuah kesalahan. Ma! ka ia pun boleh

pergi.Terakhir, si engineer meletakkan kepalanya di leher balok. Ia

mengintip

ke arah pemicu katrol. Lalu ia berkata, "Tunggu. sekarang aku tahu

kenapa alatnya macet ...."

TEBAKAN KELAS TINGGI

Si programmer dan engineer berada dalam sebuah perjalanan panjang di

pesawat terbang. Si engineer tidur dengan lelap. Tapi si programmer duduk

gelisah. Setelah lama bingung mencari kegiatan, si programmer membangunkan

engineer dan mengajak main tebak-tebakan. Si engineer yang malas cuma

menggeleng

dan mencoba kembali tidur. "Ayo dong," desak si programmer, "Kita pakai

taruhan. Yang kalah bayar sepuluh ribu ke yang menang." Si engineer masih

menolak dengan halus. "Begini saja," kata programmer, "Kalau aku nggak bisa

jawab

pertanyaanmu, aku bayar seratus ribu. Kalau kamu nggak bisa jawab

pertanyaanku, kamu bayar sepuluh ribu saja." Si engineer bosan diganggu,

dan terpaksa setuju. Maka si programmer mengajukan pertanyaan pertama,

"Berapa jarak dari Matahari ke planet

Pluto?"

Si engineer langsung menyerah dan menyerahkan sepuluh ribu rupiah.

Si programmer dengan sukacita menantang pertanyaan dari engineer.&n! bsp;

Maka

si engineer bertanya, "Apa yang naik dengan tiga kaki dan turun

dengan lima kaki?"

Si programmer bingung. Tapi ia tak mau menyerah. Maka ia membuka

notebooknya, dan mencari berbagai referensi. Setelah gagal, ia

menyambungkan modem radio, dan mencari referensi ke Internet. Masih gagal,

ia berkirim mail ke seluruh mail list yang diikutinya untuk menanyakan

soal itu. Tapi tidak ada yang bisa menjawab. Putus asa, ia menyerahkan

seratus ribu rupiah ke engineer yang masih terkantuk-kantuk. Si engineer

tenang menerimanya dan memasukkannya ke saku.

Si programmer, penasaran, membangunkan si engineer, dan bertanya

lagi, "Jadi, apa jawabannya?" Dengan malas, si engineer menggelengkan

kepala, mengeluarkan sepuluh ribu rupiah, menyerahkannya ke si

programmer, lalu tidur lagi.

ILMU KARCIS

Setelah membaca kisah ini, Anda akan suka mengaplikasikan formula

Erlang.Sekelompok engineer dan matematikawan naik kereta bersama untuk

menghadiri workshop. Setiap matematikawan membawa selembar karcis. Tapi para

engineer hanya punya selembar karcis untuk semua orang. Tentu saja, para

matematikawan menertawai ketololan kelompok engineer.

Saat kondektur hampir masuk, semua engineer bergegas masuk ke kamar

kecil.

Kondektur mengetuk pintu kamar kecil, dan berteriak, "Karcisnya,

Pak."Sebuah tangan mengacungkan selembar karcis itu keluar kamar kecil.

Kondektur memeriksa dan kemudian berlalu. Para engineer pun keluar dari

kamar

kecil. Para matematikawan merasa kecele.Pulang dari workshop, para

matematikawan hanya membeli selembar karcis.Tapi para engineer tidak

membeli karcis selembar pun. Para matematikawan kembali menertawai keanehan

pada engineer.

Saat kondektur hampir masuk, para engineer masuk ke kamar kecil. Danpara

matematikawan masuk kamar kecil satunya. Tapi kemudian salah

satu engineer keluar dari kamar kecil, mengetuk pintu kamar kecil para

matematikawan,

dan berteriak, "Karcisnya, Pak!"

CINTA PROTOTYPE

Seorang engineer sedang melakukan ujicoba kendaraan mini fully-automatic

di sebuah jalan sepi. Tapi tak disangka, sebuah jeep besar melintas

cepat masuk ke jalan itu. Tabrakan tak dapat dielakkan. So mobil mini

hancur.

Sambil terengah-engah, si engineer berteriak, "Ya ampun. Apa yang

kamu lakukan? Hancur sudah prototype RXW-1007 satu-satunya di dunia!" Kata

si penabrak, "Maafkan saya. Tapi kenapa memikirkan mobil? Anda

sendiri luka parah. Tangan kiri Anda hancur terlindas. Dan ..."

Dengan kaget, si engineer menegok tangan kirinya yang nyaris putus,

lalu berteriak, "Ya ampunnnnnnnn. Hancur juga prototype

jam-komunikator-multimedia GRF-5505 satu-satunya di dunia !!!!!"

VOLUME TABUNG

Tiga orang (tiga melulu yah) diperintahkan untuk mengukur tabung dengan alas

bulat tapi ujung mencorong. Orang pertama, matematikawan, mengukur diameter

tabung dan sisi-sisi lainnya, kemudian melakukan perhitungan integral

tingkat tiga. Orang kedua, fisikawan, memasukkan air ke dalam tabung,

kemudian mengeluarkan air ke gelas ukur, dan membaca volumenya. Orang

ketiga, engineer, membaca nomor seri di bawah tabung, kemudian mengambil

buku di pojok lab untuk membaca jenis tabung, bahan, dan volumenya.

ALAT TULIS

Cerita ini terjadi di masa perlombaan teknologi luar angkasa, antara

Amerika Serikat melawan Uni Soviet. NASA, menemukan bahwa pena yang

bekerja dengan gravitasi itu tidak dapat bekerja di luar angkasa,

merancang pena jenis baru yang memiliki tekanan internal. Tekanan tinta

dikendalikan oleh genggaman pemakai. Untuk sistem sensor dan sebagainya,

dihabiskan dana mencapai satu juta dollar. Namun demikian,

pena ini bekerja dengan baik sekali. Pihak Uni Soviet, mengalami masalah

yang sama, memutuskan untuk menggunakan pensil.

ISTRI ATAU PACAR??

Tiga engineer berbincang santai. Di luar kebiasaan, kali ini mereka

memperbincangkan soal istri dan pacar.

"Saya lebih suka punya pacar," kata engineer pertama. "Lebih bebas, Tidak

terikat waktu. Dan lebih mesra." "Istri justru lebih mesra," kata engineer

kedua. "Lagipula lebih

santai.Dan jelas kita lebih terurus, sehingga bisa berfokus l! ebih banyak

padaengineering.""Kalau saya, lebih suka punya istri dan pacar sekaligus,"

kata engineer ketiga."Malam-malam, istri saya mengira saya sedang serong ke

pacar saya.

Pacar saya mengira saya kembali ke istri saya. Padahal saya lagi

asyik dengan eksperimen di lab, tanpa gangguan."

~ oleh selaludidepan pada Juni 10, 2009.

Monggo dikomen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: